Cari Properti Idaman Anda
Notice (8): Undefined variable: categoryStatus [APP/View/Themed/Estato/Elements/blocks/pages/forms/filter.ctp, line 116]

Berita

LSP Agen Real Estat Andalan (AREA) Indonesia Segera Beroperasi

Menyusul dikeluarkannya Surat Keputusan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Nomor KEP.0833/BNSP/VIII/2018 yang memberikan lisensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi Agen Real Estat Andalan.

Pendirian LSP AREA Indonesia diatur semuai dengan Permendag No.105/M-DAG/PER/12/2015 tentang pemberlakukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia kategori real estat golongan pokok real estat bidang perantara perdagangan properti, Permendag No 106/M-DAG/PER/12/2015 tentang penerapan Kerangka Kerja Kualifikasi Nasional Indonesia bidang perantara perdagangan properti, dan Permendag No 17/M-DAG/PER/12/2015 tentang perubahan atas Permendag No 33/M-DAG/PER/9/2008 tentang perusahaan perantara perdagangan properti.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Real Estat Agen (AREA) Indonesia Tony Eddy, organisasi para agen realestat yang membidani LSP AREA Indonesia, pihaknya memiliki komitmen besar untuk menjadikan profesi agen realestat menjadi profesi yang bergengsi, berwibawa dan berwawasan global. Untuk itu, selain memiliki rencana kerja memperbanyak pelatihan dan peningkatan profesionalitas agen realestat, AREA Indonesia rajin menjalin kerjasama dengan sejumlah asosiasi sejenis di luar negeri. “Saya ingin profesi agen realestat di Indonesia punya kompetensi yang dapat dibanggakan dalam menjalankan profesinya,bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri, sambung Tony.

Salah satu bentuk kepedulian asosiasi ini terhadap kompetensi agen realestat adalah dengan mendirikan LSP AREA Indonesia. Ketua LSP AREA Indonesia, Indra Utama yang juga Sekretaris Jenderal AREA Indonesia mengatakan, LSP AREA Indonesia di bentuk untuk turut berperan aktif dalam menjadikan industri properti yang lebih baik, khususnya memastikan seluruh agen realestat yang beroperasi di Indonesia bekerja secara professional dan memiliki kompetensi dibidangnya.  

“Sesuai regulasi yang berlaku, setiap agen properti, baik perorangan maupun perseroan, wajib memiliki Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4). Termasuk mengantongi  sertifikat kompetensi yang dikeluarkan Lembaga Sertifikasi Profesi. Untuk profesi agen properti, saat ini sudah dikeluarkan lisensi oleh BNSP, yakni LSP BPI dan LSP AREA Indonesia,” jelas Indra Utama. Kedua LSP ini dibentuk setelah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 343 Tahun 2015 tentang penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) kategori real estate golongan pokok real estate bidang perantaraan perdagangan properti. 

SKKNI ini adalah kurikulum uji yang menjadi dasar dibuatnya materi uji kompetensi yang dipakai oleh LSP  BPI dan LSP AREA Indonesia dalam melakukan uji kompetensi agen realestat di Indonesia. Dijelaskan oleh Indra Utama, dengan SKKNI, agen realestat memiliki kompetensi kerja yakni kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standard yang ditetapkan sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalitas agen realestat.

Sedangkan LSP,  adalah lembaga pelaksana kegiatan sertifikasi profesi yang memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Lisensi diberikan melalui proses akreditasi oleh BNSP yang menyatakan bahwa sebuah LSP telah memenuhi syarat untuk melakukan kegiatan sertifikasi profesi. Sebagai organisasi tingkat nasional yang berkedudukan di wilayah Republik Indonesia, LSP dapat membuka cabang yang berkedudukan di kota lain.

Kedepan, sesuai dengan regulasi yang dikeluarkan Pemerintah, setiap agen realestat yang beroperasi di Indonesia, baik perusahaan maupun perorangan, wajib memiliki sertifikat/lisensi yang dikeluarkan LSP. Sertifikat kompetensi inilah yang menyatakan seseorang memiliki kemampuan menjalankan profesi sebagai agen realestat. Agar masyarakat konsumen dan pemerintah merasa nyaman, “Kami juga akan mengusulkan agar setiap transaksi penjualan properti yang dilaporkan kepada notaris dan kantor pajak, wajib  melampirkan dokumen Sertifikat kompetensi,” tegas Tony Eddy. Apalagi belakangan Pemerintah, melalui kementerian Perdagangan telah mengeuarkan sinyal, agar para pengembang properti, menyerahkan proses penjualan propertinya melalui agen real estat.

 

Bagikan Post ini:

Komentar